Tadabur ke Candi Dadi

Kemarin santri-santri dari kelas 5 SD Al Azhaar Tulungagung mengadakan tadabur alam ke candi dadi. Candi Dadi berada di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung tepatnya di desa Wajak Kidul.

Aku niatkan untuk ikut mendampingi santri dalam penjelajahan ke candi tersebut. Sebelum berangkat rombongan santri diberi pengarahan oleh Ust Maksum sebagai Kepala Sekolah SD. Dalam pengarahan tersebut Ustad Maksum menekankan agar para santri berhati-hati dalam perjalanan, disiplin dan mentaati peraturan yang di sampaikan oleh ustad-ustadzah pendamping.

Setelah pengarahan dari Bapak Kepala sekolah para santri juga mendapat pengarahan dari Ustad Nurudin Andriana beliau merupakan waka kesiswaan di SD Al azhaar. Dalam pengarahannya Ustadz Nurudin Andriana mengajak para santri kelas 5 agar bersahabat dengan alam tidak mencorat-coret, memetik pepohonan dan lain-lain.

Kemudian rombongan berangkat sekitar jam 09.00 dengan beberapa kendaraan dari wali santri dan bis milik lembaga. Rombongan tiba di pos pendakian di desa Wajak kidul singgah di rumah penduduk untuk persiapan pendakian.

Setibanya di pos ini para santri mendapat pengarahan dari Ustd Dwi Afrianto sebagai petunjuk jalan. Dalam pengarahannya Ustad Dwi Afrianto mengingatkan para santri agar tidak membawa barang-barang yang memberatkan seperti tas yang besar cukup membawa minum dan snack saja. Kemudian rombongan berangkat dengan berjalan kaki yang di pandu oleh Ustadz Dwi langsung sebagai petunjuk jalan.

Bersama para santri Ustadz-ustadzah pendamping Ustadz Heru Saifudin (guru bahasa Inggris), Ustadz Mukhlison (guru Sains), Ustadz Rabono bagian dokumentasi, Ustadzah Erna Widyastuti, Ustadzah Anik Farida dan Ustadzah Ismi rombongan bergerak naik menuju puncak menggapai candi Dadi.

Dalam perjalanan pendakian alhamdulillah para santri berhasil sampai ke puncak walaupun ada beberapa santri yang bersusah payah untuk sampai di puncak. Seperti Thoriq, Ervi, Intan dll.

Sesampai di puncak tepatnya di lokasi candi rombongan bersitirahat sejenak sambil minum dan makan snack bersama. Kemudian setelah selesai istirahat sejenak para santri berkumpul untuk mendengarkan cerita dari Ustadz Dwi Afrianto tentang sejarah dari candi Dadi itu.

Setelahn para santri selesai mendapatkan materi dari Ustadz Dwi kemudian rombongan kembali turun ke pos pemberhentian. Disini rombongan istirahat makan siang dan dilanjutkan sholat di masjid kemudian terus langsung pamitan kepada pemilik rumah terus perjalanan dilanjutkan menuju Musium Kabupaten di jalan Tulungagung Boyolangu. Sesampai di sana rombongan merasa kecewa karena Musium sudah di tutup sehingga rombongan hanya bisa melihat koleksi penionggalan sejarah lewat kaca pintu dan jendela saja. Terus rombongan melanjutkan perjalanan pulang.

    • estupitarto
    • Maret 26th, 2008

    Kintun salam dumateng Ustdz. Anik Farida kanti ucapan Assalamu’alaikum Wr. Wb… dr piantun yang mencoba mengerti tentang arti hidup di semarang.

    Matur suwun. Sampun mampir dumateng menika blog-ipun tiyang ndeso. Salam panjenengan bade kawula sampe’aken.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: