Film Fitna Gratis

Setelah semua saluran untuk donwload film Fitna ditutup, banyak teman-teman yang masih belum mengetahui dan bahkan belum mendapatkan film tersebut. Padahal mereka sangat membutuhkannya. Terkait dengan hal tersebut, maka saya menyiapkan film fitna secara gratis. Insya Allah akan kami kirim film tersebut ke alamat Bapak, Ibu yang membutuhkan lewat pos saja, karena lewat email terlalu besar sehingga tidak bisa. Untuk selanjutnya mohon Bapak, Ibu yang berminat film Fitna tersebut menghubungi saya di Hp 08883774461 atau di email: sitieko@yahoo.co.id

Saya hanya mengharap Bapak/ Ibu yang menginginkan film Fitna tersebut benar-benar untuk perlu kajian Islam bukan untuk tindakkan anarkis dan atau terorisme. Nah setelah diadakan kajian Islam, kemudian harus diupayakan adanya sikap nyata, maka untuk mengespresikan sikap seyogyanya dengan cara yang baik dan santun. Segala bentuk kekerasan akan menambah beban derita intern Umat Islam dan akan menjadi problem tersendiri.

Semoga layanan kami dengan menyediakan CD film Fitna gratis ini bermanfaat. Bapak/Ibu cukup mengganti ongkos kirimnya saja. Sedangkan Bapak/Ibu yang di wilayah Tulungagung dapat langsung ambil di saya. Jazakumullah ahsanu jaza’.

Berikut ini keterangan dari Jawapos tentang pemblokiran film Fitna

——————————————————————————————————-

Senin, 07 Apr 2008,
Situs Pemuat Fitna Diblokir
———————————————————————

Youtube Mulai Haram Dibuka di Indonesia
JAKARTA – Salah satu situs pemuat film rasis berjudul Fitna, Youtube, akhirnya dienyahkan dari dunia maya di tanah air. Sejumlah penyelenggara internet service provider (ISP) dan network acces provider (NAP) mulai memblokir situs komunitas pemuat video terbesar tersebut.

Pemblokiran Youtube didasarkan surat Menkominfo No 84/M.KOMINFO/04/08, yang diedarkan 2 April 2008. Surat tersebut dikirim ke 146 ISP dan 30 NAP di Indonesia. Selain Youtube, edaran tersebut memerintahkan pemblokiran blog yang memuat Fitna.

“Sebagian ISP mulai memblokir situs Youtube. Apakah semua ISP dan NAP mematuhi edaran tersebut, kami akan evaluasi besok (7/4),” kata Menkominfo Mohammad Nuh saat dihubungi koran ini tadi malam (6/4).

Dari penelusuran koran ini, D-Net merupakan ISP yang memblokir Youtube mulai Jumat lalu (4/4) pukul 19.00 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. PT Excelcomindo Pratama (XL) ikut mematuhi instruksi Menkominfo. Bahkan, XL tidak hanya memblokir Youtube, tetapi blog lain yang memuat Fitna. Yakni, My Space, MetaCare, dan Rapidshare.

Selain RI, sejumlah negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam) sudah terlebih dahulu memblokir Youtube. Di antaranya, Pakistan dan Turki. Bedanya, pemerintah Turki memblokir situs tersebut melalui putusan pengadilan terkait video yang dianggap menghina pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Situs Youtube juga pernah diblokir pemerintah Pakistan karena menayangkan kartun-kartun ejekan kepada Rasulullah Muhammad. Pemblokiran itu menyebabkan situs tersebut macet di seluruh dunia.

Nuh mengatakan, surat perintah pemblokiran terpaksa diedarkan setelah pengelola Youtube mengabaikan surat Menkominfo. Dalam surat tersebut, Menkominfo meminta Youtube menghapus film Fitna -sesuai hasil rapat kabinet membahas permasalahan tersebut. “Kantor Youtube di AS telah memerintahkan kantor perwakilannya di Asia untuk menindaklanjuti surat tersebut. Namun, hingga sekarang, kami belum menerima jawaban,” beber Nuh.

Menurut Nuh, pemuatan Fitna dianggap menghina umat Islam. Selain itu, melanggar konvensi internasional HAM dan UUD 1945. “Secara etika pun tidak dapat dibenarkan karena kebebasan seseorang dibatasi kebebasan orang lain,” jelas menteri yang mantan rektor ITS itu. Bagi ISP dan NAP di tanah air, lanjut Nuh, kontrak izin operasionalnya juga jelas-jelas merinci klausul larangan melayani isi situs yang bernuansa SARA (suku, agama, ras, antargolongan).

Nuh menambahkan, selain memblokir situs pemuat Fitna, pemerintah RI mencekal sutradaranya, Geert Wilders. “Langkah ini merupakan seruan bersama dari negara-negara anggota OKI,” ungkap Nuh.

Sebelumnya, Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin menegaskan, kejaksaan tidak punya kewenangan memproses Wilders ke pengadilan karena lokasi kejadian perkara (locus delicti) berada di Belanda. Meski demikian, kejaksaan dapat menjerat WNI pelaku penyebar Fitna. “Dia dapat didakwa pasal 156 A KUHP, pasal penodaan agama,” jelas Muchtar. Ancaman maksimalnya adalah lima tahun penjara.(agm/roy)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: